peranan pemasaran dan bentuk-bentuk kegiatannya


MAKALAH
PENGANTAR BISNIS

“PERANAN PEMASARAN DAN BENTUK-BENTUK KEGIATANNYA”




Description: C:\Users\acer\Documents\Logo Unimed Fak ekonomi.jpeg


Disusun Oleh :
Kelompok 6 :
1.     Repirius Gulo
2.      Risma Yoseppa Sihaloho
3.      Sirin Muthiah Batubara
4.      Widiawati


PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karuniaNya makalah ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu dan disusun sedemikian rupa untuk menjadi salah satu syarat penyelesaian tugas dalam mengikuti mata kuliah Pengantar  Bisnis.
Dalam tugas makalah ini, kami tim penulis Kelompok VIII mengangkat tema pokok bahasan tentang “Peranan Pemasaran dan Bentuk-Bentuk Kegiatannya“ yang mudah mudahan dengan adanya makalah ini akan membantu dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran tentang materi yang disebutkan.
Dalam penyusunan makalah ini mungkin terdapat berbagai kekurangan dalam hal segi apapun. Oleh karena itu, sebagai kata pengantar dari makalah ini kami dari tim penulis mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan semata.
Tidak lupa kami dari tim penulis, mengucapkan  terimakasih kepada dosen pengampu Ibu Sienny, SE., M.Pd yang telah membimbing kami dalam mengerjakan makalah ini sehingga kami bisa menyelesaikannya tepat waktu seseuai dengan perjanjian.
Akhirnya, kami mengucapkan selamat membaca dan membahas makalah ini. Semoga dengan adanya makalah ini dapat membantu rekan rekan dan para pembaca untuk menyelesaikan permasalahan dalam membahas materi ini.


                                                                                                Medan, 16 Oktober 2018


                                                                                                Kelompok VIII



Daftar isi


 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pemahaman perilaku konsumen baik konsumen akhir maupun pembeli industrial adalah sangat penting bagi pemasar. Keputusan konsumen dalam pembeliannya ditempuh melalui suatu proses, mulai dari pengenalan masalah, pencarian informasi, pengevaluasi alternatif, pengambilan keputusan beli, sampai pada evaluasi pasca beli. Proses keputusan tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, baik yang ada pada diri konsumen, seperti persepsi, pembelajaran, sikap dan keyakinan, motivasi, kepribadian, pengalaman, dan konsep diri, maupun faktor-faktor yang berasal dari lingkungan, seperti budaya, sub-budaya, kelas sosial, kelompok referensi, keluarga, faktor situasional, nilai, norma, dan peran sosial, serta bauran pemasaran. Proses keputusan tersebut didasarkan pada sifat-sifat konsumen yang rasional.
Dalam pasar industrial, keputusan pembeliannya diambil juga melalui suatu proses, yaitu mengenali masalah (kebutuhan), menentukan karakteristik produk dan jumlah yang diperlukan, mendeskripsikan spesifikasi produk dengan tepat dan kebutuhan kritisnya, mencari dan menentukan kualifikasi sumber-sumber yang potensial, menerima dan menganalisis usulan, mengevaluasi usulan dan menyeleksi pemasok memilih dan melakukan pemesanan, dan mengadakan umpan-balik kinerja dan evaluasi. Sedangkan situasi pembeliannya dapat digolongkan ke dalam tiga macam, yaitu: pembelian tugas baru, pembelian ulang, dan pembelian ulang langsung. Setiap pembeli industrial mempunyai pilihan pendekatan dalam pembeliannya, di antaranya adalah inspeksi, penyampelan, deskripsi, dan kontrak dengan negosiasi.
Motif utama dalam pembahasan perilaku beli konsumen maupun industrial adalah memahami proses keputusan tersebut, di samping perusahaan harus mempunyai posisi yang baik untuk memberikan informasi yang tepat kepada konsumen yang tepat pada waktu yang tepat. Model perilaku konsumen tersebut sangat membantu untuk mengarahkan kegiatan pemasaran agar dapat melayani konsumen maupun pembeli industrial secara lebih baik.

1.2 Rumusan Masalah

1.    Bagaimana peranan pemasaran ?
2.    Apa itu aspek pemasaran ?
3.    Apa saja konsep-konsep pemasaran ?
4.    Apa itu produk ?
5.    Apa itu manajemen siklus ?

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan saya menulis karya tulis ini adalah mengharapkan akan dapat menunjukkan perbedaan pengertian pasar dan pemasaran, menjelaskan berbagai bentuk persaingan di pasar dengan benar, mengkonstruksi manfaat manajemen pemasaran dalam pengelolaan badan usaha dengan benar.

BAB II

PEMBAHASAN

PERANAN PEMASARAN & BENTUK-BENTUK KEGIATANNYA

 

2.1  Peranan Pemasaran

            Organisasi harus memiliki kemampuan pula untuk menyampaikan informasi kepada konsumen bahwa mereka telah menghasilkan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Disinilah fungsi pemasaran (marketing) menonjol. Seni dan ilmu didalam memilih pasar sasaran dan mendapatkan, memelihara dan mengembangkan para pelanggan melalui proses penciptaan, penyampaian dan pengkomunikasian nilai pelanggan yang lebih baik

2.2 Konsep-Konsep Pemasaran

            Secara konseptual, pemasaran merupakan sebuah falsafah bisnis yang menyadari pentingnya keterlibatan seluruh elemen organisasi dalam proses pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen sekaligus memenuhi tujuan-tujuan organisasi.
           
Langkah-langkah yang diperlukan untuk mengaplikasikan konsepsi pemasaran :
1. Menggali informasi mengenai pasar, potensial maupun aktual.
2. Merancang dan mengembangkan program pemasaran.
3. Mengevaluasi melalui proses penggalian informasi mengenai erektivitas.

            Aktivitas-aktivitas pemasaran seharusnya dilaksanakan dengan mempertimbangkan efesiensi, efektivitas, dan tanggung jawab sosial pemasaran.
a.    Konsep Produksi
            Konsep produksi menyakini bahwa konsumen akan lebih menyukai produk-produk yang tersedia dimana-mana dan dengan harga murah.

b.    Konsep Produk
            Konsep produk menyakini bahwa konsumen akan lebih menyukai produk-produk yang menawarkan kualitas yang baik, kinerja, atau fitur-fitur yang inovatif.

c.    Konsep Penjualan
            Konsep penjualan menyakini bahwa perusahaan haruslah melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.

d.   Konsep Pemasaran
            Konsep pemasaran menyakini bahwa kunci untuk mencapai tujuan perusahaan mencakup usaha perusahaan untuk lebih efektif daripada pesaingnya dalam hal menciptakan, menyampaikan, dan mengkomunikasikan kepada ke pasar sasaran yang ditetapkan nilai manfaat bagi konsumen.

e.    Konsep Pemasaran Sosial
            Tugas perusahaan adalah menetapkan kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar sasaran dan memberikan kepuasaan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada para pesaing dengan cara-cara yang menjaga atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

f.     Konsep Bauran Pemasaran Sebagai Suatu Strategi
            Bauran Pemasaran sebagai perangkat alat yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran. Marketing Mix adalah kegiatan untuk menentukan kombinasi antara produk, harga, distribusi, dabn promosi sesuai dengan strategi marketingnmya. Kombinasi dari empat variabel inti sistem pemasaran perusahaan yaitu : Produk, Harga, Promosi,dan Distribusi.

2.3  Produk

            Dengan makin meningkatnya persaingan perusahaan hendaknya tidak terikat pada produk yang sudah ada. Persahaan harus mencari produk baru dengan berbagai cara :
1.    Melalui pembelian perusahaan lain.
2.    Melalui pembelian hak paten.
3.    Pembelian lisensi memproduksi produk perusahaan lain.
4.    Melalui penelitian dan pengembangan produk baru.
            Yang dimaksud produk baru disini adalah produk asli, perbaikan produk modifikasi produk serta merek baru.
            Siklus hidup produk adalah rangkaian strategi yang diterapkan oleh manajemen dalam menghadapi siklus tersebut. Produk pada umumnya mempunyai kecendrungan untuk melalui beberapa tahapan :

Tahap pengembangan produk baru :
a.      Harga sangat mahal
b.     Belum ada pendapatan penjualan
c.      Mengalami kerugian

Tahap pengenalan pasar :
a.      Biaya sangat tinggi
b.     Harga mahal
c.      Volume penjualan kecil
d.     Mengalami kerugian
Tahap pertumbuhan :
a.      Biaya mengalami penurunan seiring naiknya volume produksi
b.     Volume penjualan mengalami peningkatan signifikan
c.      Memperoleh keuntungan
d.     Penyesuaian harga untuk memaksimumkan market share

Tahap matang :
a.     Biaya sangat rendah
b.    Volume penjualan mencapai titik optimal
c.     Mengalami penurunan harga seiring pertumbuhan jumlah pesaing
d.    Mengalami titik puncak pencapaian keuntungan

Tahap deklinasi :
a.      Volume penjualan mengalami penurunan
b.     Popularitas produk menurun

2.4 Manajemen Siklus

Marketer merancang beragam teknik untuk mencegah produk memasuki tahap deklinasi dalam banyak kasus, pencegahan ini dilakukan dengan merancang siklus hidup satu produk atau lini produk. Marketer seringkali menerapkan strategi marketing mix yang dimodifikasi sesuai tahapan siklus yang mereka rancang sebelumnya.
Iklan haruslah bersifat informative di tahap pengenalan, persuasive ditahap pertumbuhan dan matang, dan bersifat “mengingatkan” ditahap deklinasi.
Dana Promosi harus dianggarkan dalam jumlah besar pada tahap pengenalan, dan secara bertahap diturunkan ditiap levelnya.
Kebijakan harga dan distribusi juga harus disesuaikan ditiap tahapan agar mendapatkan titik optimal.
Menurut teori penyebaran inovasi yang dikemukakan oleh Everett Rogers, dan model penyebaran lainnya berasumsi bahwa konsumen memiliki kesiapan yang berbeda dalam menerima inovasi baru dan antisipasi terhadap perilaku konsumen tersebut perlu disusun dalam tahapan siklus produk.
Dapat juga produk baru menempuh masa bergelombang, naik kemudian turun lambat atau naik cepat turunnya pun cepat. Pada waktu dikembangkan jelas produk masih dalam tahap rugi, demikian pula pada masa dikenalkan. Apabila sudah berada pada masa pertumbuhan barulah produk menghasilkan keuntungan dan pada masa kedewasaannya produk akan menghasilkan untung maksimum dan kemudian berkurang. Selanjutnya pada masa turun, keuntungan tidak seberapa dan mendekati nol. Berbagai usaha dapat dijalankan pada masing-masing fase kehidupan produk. Pada masa pengenalan perlu dipersiapkan kapasitas produksi, hal-hal teknis, saluran distribusi serta merubah tradisi membeli konsumen. Pada masa pertumbuhan produk perlu usaha-usaha perbaikan kualitas, menambah karakteristik produk, variasi, mencari pangsa pasar yang baru, mencari saluran distribusi baru agar produk lebih dikenal orang, penggunaan iklan untuk meyakinkan orang untuk membeli produk, menurunkan harga agar konsumen lain terpikat pula dan membeli, dan siapkan kapasitas produksinya.
Pada masa kedewasaan produk, hal-hal yang harus dilakukan oleh pengusaha agar masa kedewasaan produk lebih lama antara lain:
1.      Modifikasi pasar
2.      Modifikasi produk
3.      Modifikasi kombinasi pemasaran

Pada masa menurun jelas penjualan akan menurun karena berbagai sebab seperti kemampuan teknik pembuatan produk lain, perubahan model atau cita rasa konsumen dan biaya subsitusi turun. Apabila banyak perusahaan lain yang mundur dalam usaha produk tertentu, perusahaan kita dapat terus bertahan. Atau justru dapat dikembangkan dengan mengambil alih beberapa perusahaan yang mundur dengan cara membeli hak paten, merk atau membeli lisensi produksi. Hal ini perlu dikembangkan yaitu mempertahan segmen pasar, saluran distribusi, penentuan harga dan promosi, atau menggunakan strategi kosentrasi yaitu memusatkan perhatian pada pasar dan saluran distribusi terkuat dan meninggalkan yang lemah atau strategi mengurangi biaya-biaya (harvesting strategy).

Campuran produk (product mix), yaitu semua garis dan jenis produk yang ditawarkan penjual kepada pembeli. Garis produk adalah sekelompok produk dalam campuran produk yang saling berkaitan berdasar fungsi yang dijual pada kelompok langganan yang sama dan dipasarkan melalui saluran yang sama dan berada pada jangkauan harga tertentu. Jenis produk adalah satuan produk khusus di dalam garis produk, dibedakan jelas berdasarkan ukuran, harga, penampilan atau sifat lainnya. Contohnya campuran produk AVON terdiri dari tiga produk kosmetik, perhiasan dan barang rumah tangga.

Garis produk (product line), dalam hal ini pengusaha dapat melakukan perentangan garis, pengisian garis, modemisasi garis dan perbaikan sifat jenis produk dalam garis. Perentangan garis dapat kebawah yaitu membuat menarikan orang atau meningkatkan citra perusahaan. Misalnya, apabila perusahaan membuat juga produk murah untuk menarik orang dan mungkin orang yang datang membeli juga barang produk mahal bila telah diproduksikan produk murah; diproduksikan produk besar bila telah diproduksikan produk kecil atau merentang kebawah atau keatas bila perusahaan  telah memproduksikan barang yang berada di tengah produk lain pada garis produk yang sudah ada untuk memperoleh tambahan keuntungan, memuaskan agen yang merasa rugi karena penjualan berkurang, memanfaatkan kapasitas berlebih, menjadi pemimpin karena kelengkapan produk dan menutup kesempatan pesaing.
Modernisasi garis dapat dilakukan secara sebagian atau keseluruhan. Apabila keseluruhan mahal tetapi pesaing tak akan mengetahui apa yang harus dilakukan perusahaan dan apabila sebagian-sebagian pesaing mengetahui dan akan melakukan hal yang sama dan mungkin lebih cepat.
Perbaikan sifat produk -tengah, misalnya dalam harganya. Jadi perentangan bias dalam harga, ukuran, dan mungkin juga kualitas atau mutu.
Yang dimaksudkan dengan pengisian garis dalam hal ini adalah menambah jenis
dimaksudkan untuk lain. Produk barang dengan kualitas tinggidan mahal memberi kesan bahwa perusahaan bercitra tinggi.

Jenis produk, dalam hal ini pengusaha harus dapat mendefenisikan bahwa produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan di pasar agar mendapat perhatian, dibeli, dimanfaatkan atau dikonsumsikan untuk memenuhi kebutuhan. Menurut kotler, produk dibagi kedalam produk inti, yaitu produk tersebut dijual untuk dimanfaatkan; produk berwujud yang dijual berdasarkan kualitas, sifat, gaya, merek dan kemasannya dan produk yang ditambah nilainya agar memperoleh perhatian orang dengan pengiriman dijamin, pemasaran ditanggung, pelayanan pasca-jual, bila tak berfungsi uang kembali dan lain-lain.

Merek produk, pada hakekatnya merek menambah nilai barang terhadap masyarakat dan konsumen. Tetapi apabila terlalu diperhatikan akan meningkatkan biaya-biaya. Dalam hal ini perlu dipertimbangkan:
1.      Siapa yang akan mensponsori merek, produsen, perantara atau kombinasi
2.      Apakah kualitas yang dikemukakan tinggi, menengah atau rendah
3.      Masing-masing barang, kelompok barang atau barang-barang yang lebih banyak lagi yang diberi merek.
Sebenarnya memang sulit menentukan pemberian merek optimal. Dengan penelitian perusahaan, reaksi konsumen terhadap merek, barang sedikit banyak telah ditentukan. Dapat ditentukan pula pemberian merek yang menguntungkan.

Pembungkusan atau pengemasan, ini merupakan kegiatan yang berhubungan dengan mendesain dan memproduksikan tempat atau wadah atau bungkus produk. Ada kemasan primer yaitu wadah produk (botol) dan kemasan sekunder yang melindungi kemasan primer. Pengemasan untuk pengangkutan jasa ada. Pemberian label merupakan bahasa yang ditulis atau dicetak pada kemasan untuk menggambarkan produk.

Pelayanan konsumen, hal ini merupakan yang harus diperhatikan produsen atau penjual barang:
1.      Pengiriman terpercaya
2.      Harga yang cepat ditentukan
3.      Nasehat teknis
4.      Potongan
5.      Pelayanan pasca jual
6.      Penjual memberikan keterangan dengan baik
7.      Produsen atau penjual mudah dihubungi
8.      Jaminan mengganti alat/ komponen
9.      Standard-standar
10.  Pola desain
11.  Kredit
12.  Dapat diuji coba produknya dan lain-lain
Perusahaan-perusahaan yang memberikan fasilitas ini akan relative lebih kuat dibandingkan perusahaan yang sebagian saja menawarkan fasilitas pelayanan tersebut.
Segi harga, harga barang sekarang menjadi factor penting yang menentukan keberhasilan penjualan. Apalagi pada masa inflasi, harga merupakan unsur yang paling mendapat sorotan konsumen. Perusahaan yang menjual barang yang dijual juga perusahaan lain  tetapi dengan harga yang lebih murah pasti akan mendapatkan kan langganan lebih banyak, oleh karena itu orang harusberhati-hati dialam menentukan harga.
    Menentukan harga, penentuan harga bisa mendapatkan ; 1) biaya, 2) permintaan, 3) persaingan
Penentuan harga berdasarkan biaya dapat berupa:
a.       Mark up
Harga ditentukan dengan menambahkan suatu persentase pada biaya persatuan produk.
b.      Cost plus
Harga ditentukan berdasarkan penambahan suatu jumlah tertentu pada biaya pelaksanaan pekerjaan bahan rutin dan sulit dibentuk lebih dulu biayanya.
c.       Sasaran
Penentuan harga yang akan menghasilkan hasil kembali berdasarkan volume, standar yang diperkirakan; misalnya harga ditentukan dengan ROL 15-20 %.

Penentuan harga berdasarkan permintaan dapat dilakukan sebagai berikut:
a.    Nilai yang diharapkan konsumen sesuai dengan harga saingan ditambah nilai keawetan yang lebih unggul, kepercayaan, pelayanan, jaminan komponen dikurangi potongan.
b.    Perbedaan permintaan juga disebut diskriminasi harga; barang dijual dengan dua harga atau lebih pada hal tidak ada beda dalam biaya marginal.
c.    Persaingan harga ditentukan sekian persen lebih rendah atau lebih tinggi daripada pesaing, ini bias berdasarkan tingkat yang ada atau sesuai dengan rata-rata industri dan dapat berdasarkan harga penawaran yang biasanya untuk kontrak-kontrak proyek dan didasarkan pada keuntungan yang diharapkan diperoleh.
Perubahan dan reaksi harga, dalam berbagai hal apabila perusahaan dapat menurunkan dan menaikkan harga, perusahaan dianggap kuat. Misalnya saja, dengan adanya kapasitas berlebih atau bila pasar berkurang, perusahaan harus menurunkan harga untuk sementara agar dapat menghadapi persaingan. Ini berarti perusahaan dapat menanggung  derita untuk beberapa lama. menurunkan harga  mungkin juga untuk dominasi pasar karena pesaing dapat tersingkir.
Pada hakekatnya permintaan harga perlu memperhatikan elastisitas permintaan.
Elastisitas sama dengan 1, berarti bahwa penjualan naik / turun dengan persentase yang sama dengan turun / naiknya harga, pendapatan tidak terpengaruh.
Elastisitas lebih besar dari 1, berarti bahwa naik / turunnya penjualan lebih besar daripada turun / naiknya harga; pendapatan berkurang.
Elastisitas lebih kecil dari 1, berarti naik / turunnya penjualan lebih kecil daripada turun / naiknya harga (dalam %); pendapatan bertambah.
Harga garis atau kumpulan produk, biasanya dilkukan penentuan harga mahal untuk minuman dan harga murah untuk makanan pada suatu restoran atau harga murah pada kamera dan harga mahal pada perlengkapan lain seperti tele, lampu, filmnya dan lain-lain. Langganan tidak bisa tidak harus membelinya.
Segi saluran distribusi, saluran distribusi berfungsi sebagai:
a.         Penyempurnaan transaksi, yaitu :
1.    Penelitian mengumpulkan informasi untuk maksud-maksud perencanaan dan memperlancar pertukaran.
2.    Promosi pengembangan dan penyebaran informasi tentang penawaran barang.
3.    Hubungan menemukan dan berkomunikasi dengan calon pembeli.
4.    Mempertemukan, menyesuaikan tawaran dengan persyaratan pembeli.
5.    Pembicaraan usaha mendapatkan kata sepakat dalam hal harga agar terjaga pemindahan milik.
b.        Memperlancar transaksi :
1.    Distribusi fisik - mengangkut dan menyimpanan barang.
2.    Pembelanjaan – memperoleh serta mengalokasi dana untuk menutup biaya penyaluran barang, dan
3.    Mengambil resiko menyalurkan barang.
Para pengusaha sendiri atau perantara pada hakekatnya menciptakan kegunaan bentuk, waktu, tempat dan pemilikan di dalam hal mengorganisasikan kegiatan, menunda barang dari produsen ke konsumen. Usaha ini memerlukan pengetahuan tentang desain. Dalam hal desain, perlu terlebih dahulu diidentifikasikan :
a.       Jenis perantara:
1.      Para penjual perusahaan
2.      Agen
3.      Distributor industri
b.      Banyaknya perantara, yaitu :
1.      Distribusi intensif, bagi kemudahan produk dan bahan mentah digunakan sebanyak mungkin saluran untuk menyampaikan produk.
2.      Distribusi eksklusif, distribusi terbatas oleh 1 atau 2 agen tertentu misalnya untuk modal.
3.      Distribusi selektif, penggunaan agen-agen tertentu.


BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Perusahaan saat ini perlu menekankan kepada marketing concept, yaitu suatu keyakinan yang menekankan agar sikap perusahaan secara keseluruhan menekankan kepada melayani keinginan pasar untuk menjamin agar perusahaan terus menerus mencapai keuntungan dalam jangka panjang. Sejalan dengan ini kegiatan pemasaran menjadi sangat komplek dan perlu mengembangkan kegiatan yang dikenal dengan marketing mix, yaitu 4p : product, place, price, dan promotion.
Melalui pemasaran, masyarakat akan menukar uang uangnya dengan barang dan kegiatan ini menimbukan surplus konsumen. Pemasaran akan memberikan sumbangan dalam : meningkatkan penjualan barang dan jasa, meningkatkan perkembangan ekonomi dan mempercepat pertumbuhan, memacu perkembangan ekonomi dan memperepat pertumbuhan, memacu perkembangan teknologi dan mendorong perkembangan barang baru.


DAFTAR PUSTAKA


Budiarta, Kustoro. 2011. Pengantar Bisnis. UNIMED, Medan

Komentar